Subscribe:

Jumat, 23 September 2016

PENGERTIAN QALB, AQL, NAFS DAN RUH


Pengertian Ruh, Qalb, Aql dan Nafs
Menurut Imam Al-Ghazali istilah Ruh, Qalb, Aql dan Nafs sama-sama mempunyai dua makna. Kata qalb bermakna hati dalam bentuk fisik maupun hati dalam bentuk non fisik. hati dalam bentuk fisik adalah bagian tubuh manusia yang sangat penting karena penjadi pusat aliran darah ke seluruh tubuh, darah ini pula yang membawa kehidupan, oleh karena itu Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika gumpalan daging itu bagus maka akan baguslah seluruh anggota tubuh, jika gumpalan daging itu rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh. ketahuilah, gumpalan daging itu adalah jantung (Qalb).” Berdasarkan hadits ini sebenarnya tidak tepat kalau Qalb itu di artikan dengan hati, tetapi yang tepat adalah jantung. Lalu muncul hati yang bisa sedih, suka menangis, atau suka tersinggung. Berikutnya di jelaskan bahwa hati kita inilah yang menentukan seluruh kepribadian kita. kalau hati kita bersih, akan bersihlah seluruh akhlak kita. Yang ini bukan hati dalam pengertian fisik, akan tetapi hati dalam pengertian ruhani. Oleh karena itu Kata Al-Ghazali, ada makna hati yang kedua, yaitu : Lathifah Rabbaniyah Ruhaniyyah. (sesuatu yang lembut yang berasal dari Tuhan dan bersifat ruhaniyah), lathifah itulah yang membuat kita mengetahui atau merasakan sesuatu kata Al-Qur’an, hati itu mengetahui merasakan, juga memahami, jadi hati adalah suatu bagian ruhaniyah yang kerjanya memahami sesuatu, itulah Qalb.

BAIK DI DUNIA BAIK DI AKHIRAT


Allah mengetahui bahwa kamu tidak mau menerima nasihat, maka Dia mencobakan suatu rasa kepadamu dari rasa dunia, apa mudah kamu meninggalkannya.
Memang sudah watak manusia memiliki sifat bandel, tidak mau sadar dan percaya apabila di nasihati atau di beri gambaran-gambaran, seperti halnya di beri nasihat tentang bahaya terlalu memperturutkan kehidupan dunia yang sementara dan penuh dengan tipuan-tipuan yang malah bisa menyesatkan.

Rabu, 21 September 2016

HATI YANG MASIH DI LIPUTI RASA TAKUT (KEDUKA CITAAN) MENANDAKAN MASIH BELUM BISA MELIHAT KEPADA KEBESARAN DAN KEAGUNGAN ALLAH



Apa yang hati telah di alami, di rasakan dan menempuh dari bermacam-macam kerisauan dan kedukacitaan, maka semata-mata itulah yang menghalangi diri dari melihat wujud daripada kebesaran dan keagungan Allah.
Dalam suatu perjuangan, sering kali manusia di kalahkan oleh musuh-musuh yang bercokol di dalam diri sendiri, yang senantiasa menjadikan musuh dalam selimut dan merupakan bagian dari salah satu ragam penyakit hati, penyakit itu yang di sebabkan ini adalah rasa dendam, rasa sakit hati dan bermuara pada rasa takut sehingga malas untuk berbuat hal-hal lainnya, artinya mengalami efek jera dalam menempuh kehidupan, yang akan merembet pula kepada kehidupan kerohanian, jikapun ada itu serasa semu belaka.

INSAN HAMBA KEROHANIAN



        Seorang muslim, karena imannya dan taqwanya, identik dengan menyibukkan diri dalam pelaksanaan ibadah, segala gerak kelakuan ia buat jadi ibadah dengan dasar-dasar dari syari’ah yang senantiasa update pengetahuan dan pemahamannya, dengan maksud dan tujuan hanya mengharapkan keridhaan dari Allah utamanya atas diri dan keluarganya dari murka dan siksaan Allah.

Jumat, 22 Juli 2016

INSAN HAMBA KEBENDAAN



Orang hidupnya hanya bercita-citakan kebendaan yang melimpah ruah, bergelimang dalam kemewahan dan serba berkecukupan, sampai akhir hayatnya tiada lain kecuali mengumpulkan harta kekayaan untuk kepentingan pribadi, tanpa kesadaran terhadap kewajiban pengabdian kepada Allah dan amal bagi kepentingan masyarakat, itulah yang di sebut dengan hamba kebendaan. Tanpa memandang profesinya, apakah ia pengusaha, tuan-tuan tanah, pedagang besar, saudagar, bankir, aparatur pemerintah ataupun kontraktor dan lain sebagainya.
            Hidupnya semata-mata bertujuan hanya menumpuk kekayaan untuk dirinya, mendapat untung banyak dengan “mungkin” menghalalkan segala cara apa saja dan mencurahkan fikiran, tenaga dan waktu untuk kepentingan bisnis dan kelancaran usaha. Jiwa dan fikirannya penuh dengan khayal yang membubung, kadangkala di ganggu oleh rasa khawatir tersendatnya penerimaan keuntungan oleh mimpi pasaran ramai dan sepi dan oleh terputusnya hubungan baik dengan relasi, sehingga makanpun tak berselera dan tidurpun tak nyenyak.

Minggu, 17 Juli 2016

PESAN AKHLAK DINI HARI

Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain, karena keberadaannya sangat di butuhkan dan andaikata dia pergi, mereka merasa kehilangan sehingga yang akan di jadikan panutan tidak ada dan sebagai penggantinya yang setaraf pun tidak ada. 
Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu di benci mereka. 
Kerukunan dan ketenetraman lingkungan di dambakan di setiap insan dan apabila ada seseorang yang membuat resah masyarakat yang menimbulkan kecemasan mereka, kepergiannya tidak akan di nantikan kedatangannya lagi. Dengan kepergiannya, masyarakat merasa tenteram, keberadaannya di setiap yang di tempati selalu di benci dan bahkan di usir. 
Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka. Muka cemberut dan kusam menunjukkan wajah atau hati sedih dan kurang senang pada keadaan. Terimalah apa adanya dengan senang hati, jalani saja kehidupan ini dengan ketabahan dan sabar, walaupun pahit di rasa. Kejadian apapun yang kita alami, pasti Allah akan memberikan hikmah dan pelajaran di baliknya. Dengan demikian kesedihan pun sirna dengan sendirinya, dan wajah kelihatan berseri-seri tampaklah muka ceria.

Jumat, 24 Juni 2016

OBAT PENYAKIT HATI

1. Menjaga kekuatan mental
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa salah satu upaya yang harus di lakukan orang yang memiliki penyakit hati adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah, serta fisiknya di paksa untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia.

Link Sahabat....