RIWAYAT SHALAT

SHALAT SUBUH
Hamba yang pertama mengerjakan sembahyang Subuh ialah Nabi Adam As, yaitu tatkala beliau keluar dari syurga lalu di turunkan ke bumi, perkara pertama yang di lihat beliau adalah kegelapan lalu beliau merasa takut yang teramat sangat, apabila fajar subuh telah nampak maka Nabi Adam As segera melaksanakan shalat dua raka’at dengan tertib yang di buat beliau adalah :
    Raka’at pertama beliau menyatakan syukur karena
    terlepas dari kegelapan dan ketakutan malam.
    Raka’at kedua beliau juga bersyukur karena
    siang telah datang kembali dan begitu seterusnya yang beliau perbuat dan
    amalkan.

KEMURKAAN ALLAH

Di samping bersifat kasih, cinta, sayang, hiba, kasihan dan lain sebagainya terhadap hamba-Nya, Tuhan kadang-kadang bersifat marah, murka, benci, tidak suka terhadap sebagian hamba-Nya dan pula terhadap beberapa macam perbuatan dan tingkah laku dari hamba-hamba-Nya. Bedanya adalah bahwa sifat kasih sayang, cinta, hiba, kasihan dan lain sebagainya itu di jadikan Allah menjadi nama bagi-Nya di samping nama-nama-Nya yang jumlahnya banyak itu, di antara nama-nama Allah itu adalah Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Waduud, Al-Lathif, Al-Ghafur dan lain-lain.

TAUHID RUBUBIYYAH DAN TAUHID ULUHIYYAH

Tuhan adalah Maha Tunggal, tidak ada Tuhan selain Dia, salah satu yang merusakkan kepercayaan tentang Tuhan Maha Esa adalah syirik, ini adalah bahaya yang dapat merusak kepercayaan tentang Ke-ESA-an Tuhan, artinya tauhid rusak, kata-kata tauhid sudah tidak asing lagi di telinga, tentu juga sudah tahu tentang makna ketauhidan, karena kita adalah umat yang bertauhid dan agama Islam adalah agama tauhid.
Umat tauhid artinya suatu umat yang tidak mau bertuhan selain terhadap Allah saja, agama tauhid artinya agama yang mengajarkan tidak ada tuhan selain Allah saja, tetapi harus pula di ketahui, bahwa dalam ilmu tauhid dan pengertian tauhid bukanlah sesederhana itu, tapi mengandung makna dan pengertian yang jauh lebih dalam.

SEMPURNAKANLAH SYARI’AT SHALAT

Berbicara tentang shalat dewasa ini banyak yang menyiratkan kejengkelan karena setiap saat yang namanya ibadah mesti dan harus lebih tepat pelaksanaannya, guna untuk lebih mendekati kepada kesempurnaan syari’at shalat itu sendiri, jika ada usaha seseorang hamba mau untuk senantiasa meningkatkan tata cara ibadahnya yang harus sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan anjuran Rasulullah Saw (Hadist/Sunnah).

AMAL KETAATAN

Ketahuilah bahwa perintah Allah ada yang wajib dan ada yang sunnah. Yang wajib merupakan harta pokok, ini adalah modal perdagangan yang dengannya bisa selamat, sementara yang sunnah merupakan laba yang dengannya kita bisa meraih derajat mulia.
Rasulullah Saw bersabda,“Allah berfirman, "Tidaklah orang-orang mendekatkan diri pada-Ku dengan melaksanakan apa yang Kuwajibkan pada mereka dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri padaku dengan amal-amal sunnah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi telinganya yang mendengar, matanya yang melihat, lidahnya yang berbicara, tangannya yang memegang dan kakinya yang berjalan.”