Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Apa Yang Dilakukan Jika Seseorang Sedang Ihtidhar (Sekarat)

Apa yang harus kita lakukan terhadap seseorang yang sedang sekarat?

Jika ada seorang muslim yang sakit, maka sangat dianjurkan bagi para kerabat dan seseorang yang paling dekat dengannya untuk hadir disitu. Yang demikian itu agar para kerabat bisa melaksanakan hal-hal yang disyariatkan kepada mereka terhadap orang sekarat ini.

Berupa, memejamkan kedua matanya, mentalqin, menutupi jasadnya, atau melakukan hal-hal lainnya. Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata, "Hadapkan saya ke arah kiblat!" Demikiannya seperti disebutkan Ibnu Qudamah di dalam Al-Mughni.

Maksudnya, membaringkannya di atas samping kanan dengan menghadap kiblat. Dari Syadad bin ’Aus Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Jika kalian menghadiri orang yang sekarat, maka pejamkanlah matanya, sebab mata itu mengikuti ruh. Dan ucapkanlah yang baik-baik saja, karena setiap yang diucapkan keluarga mayit pasti diamini oleh para Malaikat." Imam Ahmad rahimahullah berkata, "Yang diucapkan saat seseorang meninggal adalah, "Dengan menyebut nama Allah Azza wa Jalla dan atas wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam."

Juga dianjurkan bagi keluarga mayit mentalqin (mengajarinya) dengan mengucapkan kalimat syahadat. Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Talqin (ajarilah) orang-orang yang sekarat dari kalian dengan ucapan Laa ilaaha illallaah."

Dan diriwayatkan pula dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dalam hadits yang semisal dengannya. Sedangkan dari Mu`adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda, "Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah laa ilaaha illallaah, ia pasti masuk Surga."

Sebagian ulama menyebutkan bahwa mentalqin orang sekarat dengan ucapan "Laa ilaaha illallaah" termasuk sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, jadi bagaimana caranya melakukan hal itu?

Yakni diucapkan kepadanya, "Katakan: ‘Laa ilaaha illallah’." Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Talqin (ajarilah) orang-orang yang sekarat dari kalian dengan ucapan ‘Laa ilaaha illallaah’."

Tetapi, jika orang yang sekarat itu mengucapkan ‘laa ilaaha illallaah’, kemudian ia berbicara dengan hal-hal lain yang bukan kalimat syahadat, maka wajib bagi orang-orang yang hadir pada saat itu untuk mentalqinnya kembali dan hendaknya orang yang mentalqin ini tidak menyusahkan orang yang sekarat tersebut.

Dalam artian, ia mengajarinya mengucap kalimat syahadat dengan lemah lembut dan pelan-pelan, agar orang yang hendak meninggal tersebut tidak merasa bosan. Jika bosan, maka ia bisa merasa jengkel, sehingga ia akan sulit mengatakannya atau ia bisa mengucapkannya tapi dengan rasa benci karena beratnya ucapan yang diajarkan kepadanya.
Wallahu'alam

Posting Komentar untuk "Apa Yang Dilakukan Jika Seseorang Sedang Ihtidhar (Sekarat)"