SYAIR SINDIRAN

Ini sindiran mula bertambah
Mengarang sya'ir ibarat berpindah
Sya'ir di karang yang amat indah
Ingatlah diri akan berpisah

Af'al Allah nama perahunya
Ilmu Allah nama kurungnya
Amantubillah nama kemudinya
Di yakinkan Allah nama haluannya

Taat istinja' nama lantainya
Kufur dan maksiat air ruangnya
Tauhid itu akan sauhnya
Lailahaillallah itu akan talinya

Agama itu akan tiangnya
Assalamu'alaikum itu tali lenggangnya
Taat ibadat anak dayungnya
Shalawat akan nabi tali bubutannya

Ingat itu akan layarnya
Tulus dan ikhlas itu akan kuatnya
Sabar dan yakin nama kesiapannya
Sempurna ingat akan lajunya

Allahu Akbar nama airnya
Astaghfirullah nama anginnya
Subhanallah akan lajunya
Lailahaillallah itu nama pelabuhannya

Jannatul nama negerinya
Iradat Allah nama benderanya
Kodrat Allah nama pasarnya
Iman dan taat nama kurungnya

Tuan belajar ilmu hakikat
Betulkan agama dengan ma'rifat
Di datangi guru dengan isyarat
Betulkan syari'at dengan hakikat

Dzikir dan tauhid inilah bekal
Siang dan malam janganlah tinggal
Di dalam syurga tempat yang kekal
Pulang ke akhirat inilah bekal

Dzikir dan tauhid inilah bekal
Siang dan malam janganlah tinggal
Pulang ke akhirat inilah bekal
Di dalam syurga tempat yang kekal

Ilmu Ushuluddin janganlah bimbang
Sifat dua puluh hendaklah terang
Betulkan i'tikad jangan bercabang
Tuhan yang esa tiada berbilang

Jikalau datang percobaan dirimu
Selesaikan betul dengan jawabanmu
Kepada Nabi Muhammad engkau mengadu
Katakan datangnya dari tuhanmu

Jikalau datang ia kepadamu
Ingat-ingat jangan tersama
Allah-Allah akan pandanganmu
Laitsa Kamishlihi Syai'un akan perisaimu

Tetapkan ingat janganlah bimbang
Di situlah tempat kita yang lapang
Ingat akan Allah janganlah kurang
Di dalam hati janganlah lekang

Mati itu ibarat berpulang
Di dalam kubur tempat berpulang
Di situlah terasa sakit dan senang
Siapa yang taat dapatlah senang

Sembahyang itu janganlah bimbang
Atau berjama'ah atau seorang
Serta jama'ah janganlah kurang
Setiap waktu malam dan siang

Aduhai sekalian adik dan kakak
Ingat-ingat janganlah tidak
Mati itu tak boleh tidak
Pikirlah tuan adik dan kakak

Jagalah tuan adik dan kakak
Sementara kubur belum terbuka
Setiap malam demikian juga
Jagalah kita adik dan kakak

Jagalah tuan di waktu subuh
Masuk waktu jangan bertangguh
Mengerjakan sembahyang bersungguh-sungguh
Iman kita supaya teguh

Inilah dia pengajaran guru
Sembahyang dan dzikir kerjakan olehmu
Serta taat dengan yakinmu
Masuk syurga syukur olehmu

Mengerjakan dia janganlah jemu
Dari kecil sampai besarmu
Pengajaran ini dari tuhanmu
Jagalah kita bersama-sama

Awal menyurat di batu pahat
Rantau panjang namanya tempat
Di bukakan sya'ir akan nasehat
Hendaklah di baca berkuat - kuat

Kerjakan olehmu berkuat-kuat
Sementara muda badanmu kuat
Kepada alim yang tinggi pangkat
Muliakan dia dunia akhirat

Mencari guru hendaklah ingat
Amalnya banyak ibadatnya kuat
Dunianya ringan akhiratnya kuta
Inilah guru yang menberi manfaat

Apabila dapat guru yang sempurna
Serahkan diri di bawah kodratnya
Adab dan hormat sepanjang harinya
Banyakkan sejarah mencium kakinya
 

Aduhai anak muda bangsawan
Kuatlah engkau belajar Qur'an
Belajar itu janganlah segan
Supaya menjadi fakih pilihan
 

Ada isyarat pada pilihan
Empat isyarat pada ali zaman
Lidahnya lembut suara andalan
Nafas panjang lancar bacaan

Berat dan ringan pula di perbedakannya
Ikhfa dan idgham harus di samakan
Apabila ada yang sedemikian
Inilah nama fakih pilihan

Apabila sempurna kaji Al-Qur'an
Ushul dan Fiqh harus pula di belajarkan
Serta ibadat berhari-harian
Fakih Qari orang panggilkan

Apabila sempurna Ushul Fiqhnya
Syarah dan Nakhu pula di bacanya
Mantiq dan Ma'ani pula di bacanya
Serta lafadz seribu maknanya

Dalil dan hadits pula di perbedakannya
Halal haram dosa dan pahalanya
Apabila sempurna adab isyaratnya
Dapatlah ikhlas amal ibadatnya

Siapa orang ahli Thariqat
Serta beramal tertibnya kuat
Tahulah dunia banyak mudharat
Tiadalah boleh di lawan bersahabat

Ambillah Thariqat serta ilmunya
Kepada Chalifah yang tinggi pangkat
Alam yang jauh hampirlah dapat
Tetapi ingat hendaklah kuat

Apabila sempurna Thariqatmu tuan
Shalat dan suluk pula di kerjakan
Barulah putus ma'rifatmu tuan
Membedakan hamba dengan tuhan

Bersuluk itu ilmu andalan
Musyahadah Mukabalah menyembah tuhan
Asyik tafakkur berhari-harian
Ilmu yang lain tiada sedemikian

Setengah orang baik nasibnya
Dengan berkat do'a gurunya
Berhari-harian tafakkur kerjanya
Lezat dan nikmat di rasai imannya

2 Responses to "SYAIR SINDIRAN"

  1. Salam admin, di manakah bisa ditemukan naskah sair sindiran ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Syair ini setahu kami tidak ada naskah yang bersifat di terbitkan, syair ini di peroleh langsung secara lisan dari Guru Naqsyabandi di daerah kami dan telah di mintakan izinnya untuk di posting pada blog ini.
    Terimakasih atas kunjungannya.

    ReplyDelete

Terimakasih atas kunjungan anda...