BACA JUGA
Loading...

Tiga Derajat Muruah

Tiga Derajat Muru'ah, yaitu adalah :

1. Muru'ah seseorang saat bersama dirinya, yaitu dengan membawanya kepada hal-hal yang membuatnya baik dan bagus, meninggalkan halhal yang mengotori dan memperburuknya, agar dia menjadi malaikat secara zhahirnya.

Barangsiapa menginginkan sesuatu dalam kesendiriannya, maka dia harus menjadi malaikat dalam penampakannya, sehingga dia tidak perlu menyingkap aibhya saat sendirian, tidak berkata keras jika memungkinkan melakukan kebalikannya, tidak mengeluarkan angin yang bersuara jika dia mampu melakukan kebalikan nya, tidak perlu rakus dan makan banyak.

Secara umum dapat di katakan, seorang hamba tidak boleh melakukan sesuatu yang membuatnya malu di muka umum, kecuali yang tidak di larang syari'at dan akal, tidak melakukan sesuatu yang membuatnya malu saat sendirian, seperti saat berjima'.

2. Muru'ah saat bersama manusia, yaitu dengan melaksanakan syarat-syarat adab, rasa malu dan akhlak yang baik bersama mereka, tidak memperlihatkan apa yang di bencinya terhadap orang lain di hadapan mereka, menjadikan orang lain sebagai cermin bagi dirinya. Apa pun yang di bencinya, entah berupa perkataan, perbuatan atau akhlak, harus di hindarin dan apa yang di senangi dan di anggap baik harus di lakukan.

Orang yang ada dalam derajat ini bisa mengambil manfaat dari siapa pun yang ada di sekitarnya, yang sempurna maupun yang kurang, yang akhlaknya baik maupun yang buruk, yang tidak memiliki muru'ah maupun yang tinggi muru'ah-nya.

Banyak orang yang belajar muru'ah dan akhlak yang mulia dari orang-orang yang justru memiliki sifat-sifat kebalikannya, sebagaimana yang diriwayatkan dari seseorang yang terkenal, bahwa dia memiliki seorang budak yang perangainya kasar, keras hatinya dan buruk akhlaknya, tapi dia justru bersyukur dengan keberadaan budak itu, ketika hal itu di tanyakan kepadanya, maka dia menjawab, "Aku bisa belajar akhlak yang mulia dari dirinya."

3. Muru'ah saat bersama Allah, dengan merasa malu karena Dia melihatmu kapan pun dan dalam setiap hembusan napas. Engkau juga harus berusaha memperbaiki aibmu, sesungguhnya Allah telah membeli jiwamu dari dirimu dan engkau berusaha menyerahkan barang yang sudah dibeli dan menerima harganya.

Tidak termasuk muru'ah jika engkau menyerahkan barang dagangan yang ada aibnya, tapi engkau ingin menerima harga secara utuh atau engkau ingin melihat karunia-Nya selagi engkau sibuk memperbaiki aib itu. Dialah yang berkuasa atas dirimu dan bukan engkau sendiri. Engkau perlu merasa malu atas tabiatmu.

Nah, dengan selalu memelihara muruah dan akhlak yang baik serta di tunjang dengan selalu istiqamah dengan melaksanakan dzikir kepada Allah pada tiap-tiap nafas, maka ini adalah jalan menuju kepada kedekatan dengan Allah dan Rasul-Nya.

0 Response to "Tiga Derajat Muruah"

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda...

TAGS

AKHLAK (117) AQIDAH (116) FIQH ISLAM (102) FIQH MUAMALAH (17) MUSLIMAH (50) POLITIK ISLAM (23) TASAWUF (202) TAUHID (102)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel