Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

CINTA KEPADA MAHLIGAI, LUPA KEPADA MAQAM

Banyak orang yang memusatkan energi untuk membangun rumah -rumah besar bagaikan istana atau mahliqai, dengan bahan-bahan dan alat-alat mewah dari luar negeri, kadang kadang bentuknya di atur sedemikian rupa indah dan kuat, hanya yang tak bisa di hindarkannya ialah serbuan malaikat maut apabila ajalnya sudah sampai, seperti yang di tegaskan dalam AI-Quran : "AINAMAA TAKUUNUU YUDRIKKUMUL MAUTU WA LAU KUNTUM FH BURUUJIM MUSYAYYADA." Artinya : "Di mana saja kamu berada, kernatian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan lagi kokoh." (Q.S. An-Nisaa' Ayat 78). 

Orang yang demikian bisanya lupa membanqun atau menyediakan kuburannya sendiri, dalam arti menyediakan ibadah dan amal yang menemaninya kelak di liang lahat di dalam kuburannya itu. Yang di sediakannya ialah tanah pekuburan dalam arti yang terletak pada tanah wakaf dua meter untuk makamnya. Setiap muslim haruslah berusaha mencapai lima hal yang rnerupakan kelebihan dan keutamaan seperti di uraikan tadi dan berusaha pula menghindari lawan yang lima itu agar jangan menjadi manusia yang rnerugi, sebab orang yang merugi itu orang yang senantiasa di risaukan oleh perkara perkara duniawi, seperti halnya memikirkan tentang kebendaan (harta, pangkat kedudukan).

Memikirkan tentang anak dan lain-lain, maka dengan itu sernua cahaya-cahaya Allah yang terkadang ingin masuk kedalam hati menjadi gagal dan mengundurkan diri alias tidak mau masuk kehati, sebab cahaya Allah yang suci dan murni itu tidak mau campur dengan berbagai kotoran duniawi. 

 
Jadi jelasnya, cahaya Allah bisa masuk ke hati seseorang selagi hati itu bersih, sunyi dari kotoran-kotoran. Dari itu usahakanlah untuk mengosongi hati dari pengaruh-pengaruh yang bersifatkan keduniaan sebagaimana yang kami uraikan di atas, jika hati itu bersih dari kerisauan-kerisauan, maka pastilah cahaya Allah datang dengan menyelonong kehati yang bersih itu, sehingga menjadi nyata kemakrifatannya dan rahasia-rahasia ketuhanannya. 

Surat Al-Ankabut Ayat 69 sebagai berikut : "Dan orang-orang yang berjihad (untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." Kita tahu Qarun umatnya Nabi Musa, dia terkenal orang yang kaya raya di kala itu, hingga kunci-kunci gudangnya tidak kuat di pikul oleh serombongan orang yang kuat-kuat. Dia adalah orang yang sombong dan durhaka, berkali-kali ia mendapat peringatan dari Nabi Musa, agar dia ingat kepada Allah dan ingat kepada kaum yang fakir, artinya menafkahkan sebagian harta kekayaannya. 

Tapi apa jawabnya, dia menyatakan : "Aku bisa sekaya ini bukan dari siapaapapun melainkan dari usahaku, berkat kelincahan dan kecerdasan otakku." Demikianlah Qarun yang durhaka itu akhirnya dia beserta harta kekayaannya di tumpas oleh Allah terbenam di dalam bumi. 

Hal ini mencontohkan bahwa hati yang di liputi kerisauan-kerisauan duniawi, maka cahaya petunjuk Allah tidak akan bisa masuk kedalam hati, begitulah hati Qarun sampai ia mati kedalam kedurhakaan tidak rnendapat tembusan cahaya Allah sama sekali.

Posting Komentar untuk "CINTA KEPADA MAHLIGAI, LUPA KEPADA MAQAM"