Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

RENUNGKAN MASALAH HIDUP DAN MATI

Setelah manusia lahir kedunia ini, maka kita hiduplah di dunia ini dengan beragam umur, ada yang pendek dan ada pula yang panjang, tetapi berapa yang hidup di dunia ini dengan umur panjang, kebanyakan maksimal 100 tahun, menurut penyelidikan para ahli, umur manusia dari dulu sampai sekarang pada abad memasuki masa-masa modern adalah berkisar 60-70 dan atau 80 tahun, bahkan terbukti dalam abad modern sekarang ini lebih banyak manusia yang berumur pendek daripada yang panjang.Umur panjang atau pendek tidak menjadi soal, karena memang pusing dan tak bisa menentukannya, itu hanya Allah yang tahu, tapi setiap yang hidup pasti akan mati, bagaimanapun juga hebatnya seseorang manusia, bagaimanapun jua kaya dan banyak pengawalnya, mati….para Nabi dan Rasul jua mati, tak terkecuali. Allah berfirman : “Di mana saja kamu berada, pasti mati mendatangi kamu, sekalipun kamu bersembunyi di atas mahligai atau benteng yang paling kokoh dan kuat.” (Q.S. An-Nisaa’ : 78).

Masalah yang di hadapi manusia sebelum mati, di namakan masalah hidup, sedangkan masalah yang di hadapi manusia sesudah mati di namai dengan masalah mati, sebelum membicarakan masalah mati, lebih dahulu kita bicarakan masalah hidup. Masalah hidup manusia terdiri atas beribu-ribu masalah, masalah makan, minum, perumahan, kesehatan, politik, budaya, seni, peradaban, akhlak dan lain sebagainya masalah kehidupan. Siapa yang bisa mengatakan masalah makan dan minum tak penting? Begitu juga dengan masalah-masalah lainnya. Di sini tak akan terlalu membicarakan masalah hidup itu, uraikan hanya satu masalah saja yang terpenting dalam kehidupan manusia ini, itu adalah masalah tentang apa yang menyebabkan manusia itu hidup, apakah yang sebenarnya menyebabkan manusia hidup, itu di sebabkan dengan adanya ruh, kalau tidak ada ruh tak akan bisa hidup, sekalipun makanan dan minuman terletak di dekatnya, tak akan bisa hidup, misalnya mayat, letakkan saja makanan dan minuman di situ, tak dia makan dan minum karena ia tak hidup. Ruhlah yang menyebabkan hidup, bahkan bukan hanya sekedar menghidupkan, ruh juga yang menyebabkan, bisa melihat, mendengar, merasa, berakal, berpikiran dan ber-ber lainnya, bila ruh sudah kabur meninggalkan jasmani atau jasad atau tubuh, maka mata jasamani tak melihat, telinga jasmani tak mendengar, akal tak berbakal, pikiran dan berpikir dan lain-lain. Itulah kenapa masalah yang paling penting adalah dalam kehidupan manusia di katakan masalah ruh, satu soal yang harus di pahami sedalam-dalamnya adalah yaaa ruh ini, yaitu ruh kita bernama manusia, jangan ruh lain itu tak penting, tak perlu ruh kambing, sapi, kerbau dan lain-lain, tapi ruh kita….manusia, maka manusiakan ruh itu agar kkembali dengan nafsu yang tenang.

Apakah ruh itu? Bagaimana keadaannya? Inilah satu soal hidup yang paling tinggi dan paling penting untuk di pikirkan, orang yang tak memikirkan soal ruh akan berlaku ceroboh dalam hidupnya yang berakibat berbuat sesukanya, karena ia tak tahu ada mati, terlena tahunya hanya ia hidup untuk menikmati kehidupannya dalam segala bentuk kehidupan, di riwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah Ibnu Mas’ud, ia berkata : “Pada suatu hari aku berjalan bersama Rasulullah di kota Madinah, melalui suatu kebun, ketika Rasulullah sedang bersandar di batang pokok kurma melihat kebun itu, tiba-tiba datang beberapa orang yahudi, mereka bertanya kepada Rasulullah : “Yaa Muhammad, apakah ruh itu? Rasulullah terdiam, seluruh badannya gemetar dengan peluh bercucuran menandakan bahwa wahyu turun kepaddanya. Tak lama kemudian Rasulullah berkata sebagaimana ada pada Surah Isra’ ayat 85 : “Dan mereka bertanya kepada engkau hai Muhammad tentang ruh, katakan kepada mereka, bahwa ruh itu adalah rahasia Tuhan, kepada kamu (manusia) di berikan pengetahuan hanya sedikit.” Dalam ayat tersebut ada kesimpulan, bahwa masalah ruh adalah masalah yang termasuk rahasia Tuhan, yang berarti kita manusia tidaklah mungkin dapat mengetahui rahasia ruh itu secara hakiki, tak ubahnya juga dengan masalah magnet, listrik dan atom, para sarjana hanya tahu ada magnet, listrik dan atom tapi hanya tahu menggunakannya, bukan tahu definisi asli benda tersebut berikut asal kejadian yang paling benar, namun sekalipun kita tak tahu benar apa itu ruh, tetapi semua manusia yang hidup tahu benar akan pengaruh ruh itu terhadap jasad, mereka memang tahu ruh itu menyebabkan hidup, melihat, mendengar, merasa dan lain sebagainya, bahkan kalau di pelajari lagi yaitu ruh juga dapat memberikan kemampuan yang lebih hebat dari sekedar penyebab hidup, makan, minum dan lain-lain, tetapi ruh juga bisa memberikan kemampuan bersifat metaphisica yang merupakan kemampuan seseorang secara langka yang tidak tiap-tiap manusia mempunyainya. Kita semua sudah tahu akan riwayat bahwa para Nabi dan Rasul mempunyai sifat manusia yang super intelektual secara hakiki, mempunyai kemampuan ruhaniyah (Mukjizat) yang hebat, kemampuan pengobatan dan lain-lain, semua itu juga kinerja daripada ruh mereka jua.

Keyakinan tentang masalah ruh, bisa menghidupkan dan bisa mematikan, mati adalah suatu pengertian yang di berikan kepada suatu tubuh yang di tinggal kabur oleh ruh, kata mati tidak di kenal oleh ruh, karena ia di ciptakan abadi oleh Allah, Rasulullah bersabda : “Manusia tidur, bila mati, mereka bangun.” Manusia yang hidup menurut pengertiannya adalah sesungguhnya seperti orang yang tidur, bila sudah mati, mereka itu bangun yang sesungguhnya, artinya setelah mati baru di situ kesadaran manusia seutuhnya timbul, namun ada dua kemungkinan, yaitu menyesal dan berbahagia, ini akibat mereka baru tidur dan sadar sesungguhnya secara hakikat. Keadaan sedemikian akan berlangsung secara terus menerus, buat selamanya, tidak berakhir buat selamanya, sekalipun dunia ini sudah terbakar habis (kiamat), namun ruh tetap ada, tetap hidup dengan arti sebenarnya, di sini timbul yang sebenarnya sadar, sebenarnya senang, sebenarnya susah, sebenarnya bahagia, sebenarnya melarat dan lain sebagainya, semua tergantung amal perbuatan selama bergabung dengan jasad dahulu.

Nah, dengan keterangan tersebut di atas, maka berpindah masalah pada masalah mati…ini masalah yang jauh lebih panjang, jauh lebih penting dari masalah sebelum mati, yaitu masalah hidup tadi, Allah berfirman : “Katakanlah hai Muhammad, kehidupan di dunia ini adalah kecil atau sedikit, tetapi kehidupan akhirat itu lebih baik buat orang yang taqwa, karena di akhirat itu orang yang taqwa tidak akan menemui kesusahan walaupun sedikit.” Bila kehidupan di dunia yang sedikit ini dapat melupakan orang akan kehidupan akhirat yang kekal abadi, maka dunia ini benar-benar merupakan godaan terbesar yang akan mencelakakan manusia, tetapi bila kehidupan dunia ini tidak sampai melupakan kita akan kehidupan di akhirat nanti, maka dunia ini bagi kita adalah jembatan emas yang harus kita puji dan cintai, mari kita pergunakan hidup di dunia yang pendek ini untuk menyiapkan diri guna hidup yang panjang, kekal dan abadi di akhirat nanti, Yaa Allah…Selamatkanlah kami dalam kehidupan di dunia dan selamatkanlah kami dalam kehidupan di akhirat nanti…aamiiin yaa rabbal’alaamiin.

Posting Komentar untuk "RENUNGKAN MASALAH HIDUP DAN MATI"