Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Pengertian Warid

Warid adalah sesuatu karunia dan hidayah Allah Swt atas seseorang hamba-Nya yang rajin melakukan wirid, warid identic dengan pahala, yang mana dapat dirasakan didunia ini dan terlebih lagi pada kehidupan akhirat kelak.

Warid akan diperoleh dan meresap kedalam hati dan kalbu manusia adalah ketika hati seseorang bergantung hanya kepada Allah Swt dengan jalan melazimkan dan istiqamah pada wirid ibadah kepada Allah Swt, wirid ini yang membersihkan hati dihadapan Allah Swt, warid merupakan pertolongan dan karunia Allah Swt kepada hamba-Nya yang beriman, sehingga hamba tersebut ruhnya menjadi kuat dikarenakan hatinya terisi oleh nur illahi (ma’rifatullah) dalam arti penuh keyakinan dan memahami rahasia-rahasia keyakinan itu sendiri, sendi keyakinan inilah yang ma’rifat.

Datangnya karunia Allah Swt terhadap hasil wirid seseorang adalah berdasarkan kepada ketaatan, ketepatan, dan kepatuhan terhadap ajaran-ajaran sebagaimana yang telah ada pada Al-Qur’an, Assunnah dan Al-Hadist Shahih dari Rasulullah Saw serta sebagaimana rutinnya dalam mengamalkan wirid-wiridnya dan terbitnya cahaya illahi tersebut sesuai sebagaimana bersih hatinya terhadap keagungan Allah Swt.

Semua hamba yang beriman sudah semestinya mendambakan warid, sehingga dengan warid tersebut sebagai senjata utamanya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt sehingga mencapai muhibbah (cinta) pada khaliknya, fitrah manusia adalah tergantung kepada kenikmatan dan kesenangan, hal ini sebaiknya diperoleh berdasarkan atas karunia Allah Swt terhadapnya dan bukan sebagai ketentuan bagi dirinya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah Swt terhadap langkah, rezeki, pertemuan dan mautnya seseorang hamba tersebut.

Bersihkanlah hati dan jiwa ragamu dari segala sesuatu selain Allah Swt, zuhudlah terhadap sesuatu yang membuatmu jauh daripada Allah Swt, lazimkanlah kegiatan-kegiatan wiridmu dan jangan terlupakan walau melaksanakan amalan tersebut sedikit kadarnya, dengan melaksanakan hal-hal tersebut akan memperoleh anugerah cahaya illahi dan pemahaman sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya.

Laksanakan wirid dengan hati yang lapang dan jangan karena sesuatu dan belajarlah ikhlas untuk melakukannya tanpa da rasa terpaksa dank arena keinginan ini dan itu, laksanakan secara kontinyu siang dan malam, yang sangat penting adalah ingat kepada Allah Swt pada sependek-pendek waktu, jika ada nama waktu dibawah detik maka ingatlah selalu kepada Allah Swt, dalam kesendirian, dalam keramaian dan dilain-lain tempat, ingat selalu pada Allah Swt.

Akhirnya warid bisa diperoleh selalu berkenaan dengan wirid yang rutin dilakukan, kalau wiridnya berjalan sempurna dan selalu mengikuti kepada ajaran tanpa ada bid’ah, maka akan memperoleh hati yang bersih hanya cinta kepada Allah Swt dan keimanan yang kuat serta taat beribadah.

Posting Komentar untuk "Pengertian Warid"