Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Pengertian Wirid

Wirid merupakan bentuk segala macam bentuk ibadah, baik itu dalam perbuatan sehari-hari maupun dalam bentuk ketentuan-ketentuan sesuai aturan agama, yang dilaksanakan secara bathin maupun tidak, yang dijalan pada ibadah wajib maupun sunat serta waktu ditentukan maupun tidak, taat dalam melaksanakan perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya adalah dinamakan dengan WIRID.

Hasilnya adalah dinamakan dengan “Warid” yang maksudnya adalah pemberian Allah Swt kepada hamba-Nya berupa keterangan, cahaya illahi, pemahaman, kesenangan beribadah, taufik dan lain-lain anugerah dari Allah Swt.

Dua hal diatas sangat erat kaitannya dengan sebab dan akibat, sebab rajin melakukan wirid maka menghasilkan warid, hal ini syaratnya adalah melazimkan wirid ibadah dan perbuatan walau sedikit, Rasulullah Saw bersabda : “Amal perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt adalah amal yang dikerjakan secara terus menerus (kontinyu) meskipun sedikit.” Wirid hanya berlaku didunia saja dan sesuai ketentuan dalam aturan sakaratul maut sebagaimana yang telah diterangkan terdahulu mengenai kematian, yakni batas akhirnya adalah sampai saat malaikat izrail mencabut nyawa pada batas sekira kerongkongan, jika seseorang hamba baru sadar dan bertaubat saat sedemikian maka tiada gunanya lagi.

Berbeda dengan warid, hasil warid ini berlaku dari dunia sampai ke akhirat sebagai pahala atas amal ibadah yang bersumber dari wirid tadi, kerutinan ini memang sangat diperlukan untuk mencapai kebahagiaan didunia dan akhirat, terlebih lagi saat melaksanakan ubudiyah dalam kehidupan sehari-hari, amal perbuatan yang nilainya rendah atau sedikit tapi dikerjakan secara istiqamah adalah lebih baik dan nilainya tinggi disisi Allah Swt, namun sebaliknya, jika sesuatu amalan yang kualitasnya tinggi dalam kategori pahala, namun dilaksanakan secara tidak rutin, maka hal seperti ini tidak disukai Allah Swt, apalagi pada ibadah yang wajib dilaksanakan secara tidak tetap, shalat umpamanya, kewajibannya telah ditentukan namun pada satu waktu shalat tidak dilaksanakan shalat lain dilaksanakan, artinya tidak langgeng secara keseluruhan aturan shalat tersebut tidak dilaksanakan, maka dosalah yang diperoleh.

Terus menerus mengerjakan beberapa wirid itu termasuk akhlak orang-orang yang beriman (mukmin), yaitu ini jalannya orang-orang ahli ibadah guna mencapai keridhaan Allah Swt, serta menghasilkan bertambah kuatnya iman dan keyakinan terhadap ke-ESA-an Allah Swt.

Jangan meremehkan wirid, yang meremehkan wirid hanyalah orang-orang yang bodoh dan tolol, karunia Allah Swt (warid) adalah hanya diperdapat dan diperoleh dengan melazimkan wirid ibadah, warid ini diperoleh didunia dan diakhirat, sedangkan melaksanakan wirid hanya ada didunia ini sebagai sarana mencapai kebahagiaan abadi kelak diakhirat yang kekal.

Wirid merupakan perintah Allah Swt kepada hamba-Nya, sedangkan warid merupakan karunia dan kebutuhan umat didunia dan akhirat, pikirkanlah dimana letaknya perbandingan antara kebutuhan wiridmu dan waridmu terhadap Allah Swt berikut kenikmatan yang diperoleh dari-Nya.

Wirid juga merupakan cahaya pengabdian seseorang hamba kepada Allah Swt serta mencari kenikmatan dengan mengingat Allah Swt (zikir), zikir adalah kehadiran hati menghadap Allah Swt serta bermunajah kepada-Nya, orang-orang yang berxzikir hendaknya melazimkan zikir lisan dan zikir dalam kalbu atau hatinya secara bersamaan sebagaimana layaknya membaca Al-Qur’an.

Melalui wirid inilah umat manusia bias membersihkan hatinya dan menarik cahaya untuk menerangi hatinya berupa pemahaman terhadap ajaran Allah Swt melalui Nabi dan Rasul-Nya, oleh karena itu janganlah meremehkan wirid, karena pengertian wirid ini identic dengan ketaatan dalam ibadah.

Wirid waktunya dilakukan didunia saja, artinya bila ia ketinggalan untuk melaksanakan wirid, maka kapan lagi ia akan menggantinya, artinya tidak ada penggantian atas wirid ini bila telah terlewati, sang waktu tidak akan mundur olehmu.

Wirid itu adalah hak Allah Swt yang mesti dilaksanakan oleh seluruh hamba-Nya, dan merupakan perintah wajib atasmu dan kita sekalian hamba Allah Swt dan umat manusia secara keseluruhan, sedangkan hasilnya adalah warid dan merupakan hak hamba-Nya yang senantiasa diajukan oleh seseorang dalam beribadah (wirid).

“barang siapa sama harinya, maka dia rugi, barang siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka ia mendapat kerugian lebih besar dan tiada rahmat baginya, barang siapa yang tidak bertambah berarti kurang dan barang siapa yang makin berkurang amalnya, maka neraka jahannam mutlak perolehannya.”

Posting Komentar untuk "Pengertian Wirid"