Taqwa vs Menyepi

Menyepi, menyendiri dan menolak tugas-tugas sosial bukanlah tanda-tanda taqwa, malah dalam sebagian hal akan bertentangan dengan taqwa itu sendiri, di dalam Islam tidak ada ajaran kerahiban dan penyendirian.

Islam tidak mengajarkan orang lari dari dosa dengan meninggalkan aktivitas-aktivitas duniawi, yang Islam kehendaknya justru menerima tanggung jawab, bergabung dalam urusan-urusan sosial dan di saat yang sama ia dapat mengontrol jiwanya dan menjauhkannya dari perbuatan dosa dengan ketaqwaan.

Islam tidak mengatakan, “Jangan terima tugas pemerintahan, jabatan dan kedudukan yang di benarkan.” Sebaliknya, Islam malah mengatakan, “Terimalah!” namun dengan niat mencari keridhaan Allah dan berkhidmat kepada orang lain, janganlah anda di perbudak oleh kedudukan dan jabatan, janganlah anda jadikan kedudukan danjabatan itu hanya untuk memuaskan nafsu dan syahwat anda, jangan pula anda keluar dari garis kebenaran!

Islam tidak mengatakan, “Untuk meraih taqwa, janganlah anda bekerja, membuka usaha dan mencari nafkah yang halal”, tetapi mengatakan, “Janganlah menjadi tawanan dan budak dunia.” Islam tidak mengatakan, “Tinggalkan dunia, duduklah di tempat yang 
sepi menyendiri”, namun mengatakan, “Hiduplah di dunia, berusahalah hidup dengan lestari, namun jangan sampai anda cinta dunia dan tertipu dan terpedaya olehnya. 

Sebaliknya, jadikanlah dunia itu sebagai jembatan 'sayr wa suluk' menuju Allah.” Inilah yang di maksud taqwa, yang mana di dalam Islam merupakan nilai dan perkara yang paling utama.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Taqwa vs Menyepi"

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel