Tidak Bergaul Dengan Teman Yang Buruk

Manusia adalah maujud yang suka menerima pengaruh dan suka mengikuti, banyak sekali sifat, kebiasaan dan perbuatannya terpengaruh dan berasal dari orang lain yang mempunyai hubungan dengannya.

Lebih khusus teman dekat, mereka mempunyai pengaruh yang besar sekali, berteman dengan orang-orang yang rusak dan berakhlak buruk akan menyeret manusia kepada kerusakan dan akhlak yang buruk, begitu juga sebaliknya, berteman dengan orang-orang yang saleh dan berakhlak baik akan mengajak manusia kepada kesalehan dan akhlak yang baik.

Jika teman-temannya adalah orang-orang yang berakhlak buruk dan suka mengerjakan dosa, maka dia akan terbiasa dengan dengan akhlak yang buruk dan perbuatan dosa, bukan hanya dia tidak memahami keburukan akhlak yang buruk dan perbuatan dosa, melainkan biasanya justru dia menganggap baik hal itu.

Sebaliknya, teman-teman bergaulnya adalah orang-orang yang saleh dan berakhlak baik, maka dia akan terbiasa dengan kesalehan dan akhlak yang baik, ujung-ujungnya, akan muncul dalam dirinya keinginan untuk membentuk dirinya sebagaimana yang dilakukan teman-temannya, oleh sebab itu, teman yang baik merupakan salah satu nikmat besar Ilahi dan faktor penting bagi kemajuan dan kebahagiaan seseorang.

Sebaliknya, teman yang buruk merupakan salah satu musibah besar bagi seseorang dan faktor penting bagi kesesatan dan kesengsaraan seseorang, karenanya, masalah memilih teman bukan merupakan sesuatu yang kecil dan sepele, tapi justru sesuatu yang amat penting dan menentukan.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Ra berkata, “Tidaklah layak seorang muslim berteman dengan seorang yang fasik dan suka berbuat dosa, karena teman yang suka berbuat dosa akan menampakkan baik sesuatu yang buruk dan dia mempunyai keinginan temannya menjadi seperti dia.

Teman yang buruk tidak akan membantu temannya dalam urusan dunia maupun akhirat, bepergian dengannya akan menyebabkan hilangnya air muka.

Imam Ja‘far Ash-Shadiq Ra berkata, “Tidaklah seharusnya seorang muslim berteman dengan seorang yang fasik, dungu dan suka berdusta.”

Rasulullah Saw bersabda, “Manusia akan berada pada agama temannya.”

Imam Ali Ra berkata, "Jauhilah olehmu berteman dengan orang-orang yang fasik, karena keburukan akan bergabung dengan keburukan.”

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Ra berkata, "Jauhilah olehmu bergaul dengan orang-orang yang jahat, karena teman yang jahat seperti api yang akan membakar setiap orang yang dekat dengannya.”

Imam Ali Ra berkata, "Jauhilah olehmu duduk bersama dengan teman yang jahat, karena dia akan mencelakakan dan menumpahkan air muka temannya.”

Oleh karena itu, seorang yang sedang melakukan penyucian diri, jika dia mempunyai teman yang buruk, maka dia harus menjauhkan diri dari bergaul dengannya, karena dengan mempertahankan teman yang tidak saleh, maka usaha meninggalkan dosa menjadi sesuatu yang amat sulit baginya.

Teman yang buruk akan melemahkan tekad seseorang dalam menyucikan dan akan mendorongnya kepada perbuatan dosa dan kerusakan, perbuatan dosa yang sudah menjadi sebuah kebiasaan, hanya dapat di tinggalkan apabila seseorang manusia menjauhkan dirinya dari orang-orang yang sudah ketagihan dengan perbuatan-perbuatan dosa.

0 Response to "Tidak Bergaul Dengan Teman Yang Buruk"

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel