Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

Pada dasarnya umat Islam wajib beriman kepada Qada dan Qadar, ini merupakan takdir Allah yang di tentukan oleh-Nya, baik maupun yang buruk, umat Islam wajib percaya dan beriman kepada qada dan qadar yang berarti adalah yakin dengan sepenuhnya bahwa dalam kehidupan ini yang di tentukan oleh Allah dan hal ini berlaku bagi semua makhluk-Nya. Takdir itu sendiri merupakan ketentuan yang terjadi di alam semesta, yang sama artinya bahwa semua yang terjadi pasti ada takdirnya, takdir ini sendiri memiliki dua jenis yaitu Takdir Mua’llaq dan Takdir Mubram.

Takdir Mua’llaq adalah merupakan takdir yang berhubungan dengan ikhtiar atau usaha yang di lakukan oleh manusia, seperti layaknya manusia mempunyai cita-cita, setelah besar mau menjadi guru, tentara, kepala daerah dan lain sebagainya, dalam mendukung untuk merealisasikan tujuan dan cita-cita ini tentu belajar dengan giat dan tekun untuk mencapai cita-cita dan tujuannya tersebut, sehingga Allah mengabulkan tujuannya tersebut, walaupun secara hakikat sesungguhnya mau menjadi apapun manusia sudah ada ketentuan dari Allah, namun hal tersebut memerlukan ikhtiar dan usaha, sehingga terkoneksi ketentuan Allah atas dirinya.

Takdir Mubram adalah selama menempuh kehidupan di dunia, para manusia tak akan terlepas dari ujian dan cobaan dari Allah dalam mengarungi ketetapan Allah tersebut pada makhluk-Nya, hal tersebut seperti kesempitan rizki, kerampokan, sakit dan lain sebagainya, namun sebagai orang muslim maka harus bertawakal dan tabah serta tawaddhu’ dalam menghadapi kejadian-kejadian yang buruk merupakan ujian, cobaan dan musibah tersebut, memang sudah fitrah manusia yang mempunyai sifat sedih, senang dan gembira, dalam mengalami hal-hal yang buruk, maka manusia tentu akan sedih, namun ada batasan tertentu dalam bersedih tersebut, yakni tidak mengmpat dan berkeluh kesah, semua itu adalah kehendak Allah dan berserah diri pada-Nya atas apapun yang terjadi hal-hal keburukan yang menimpa atas diri dan jangan menyalahkan Allah atas hal tersebut, tetapi semakin tunduk dan patuhlah terhadap Allah dalam mengarungi hal-hal yang telah di tetapkan oleh Allah tersebut.

Seorang hamba yang taat akan terus bertawakkal dan berikhtiar atas segala sesuatu yang di alami tersebut, sehingga ia dapat hidup di dunia dengan lebih tenang dan selalu mendapatkan ridha Allah, sehingga Allah megaruniakan kepada :

1. Sifat kehormatan dan kemuliaan;

2. Kuat dan berani dalam menghadapi ujian dan cobaan;

3. Tidak pernah mengumpat dan berkeluh kesah serta gelisah kala mengalami ujian dan cobaan dan juga musibah;

4. Akan selalu bersyukur atas karunia Allah dalam bentuk apapun juga;

5. Selalu dapat perlindungan dan pertolongan dari Allah, baik rizki ataupun keperluan lainnya, dan

6. Mudah mendapat kepercayaan dari lingkungan dan perbuatannya bermanfaat bagi orang lain.

Posting Komentar untuk "IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR"