Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Jenis-Jenis Zuhud

Dalam beramal ibadah kepada Allah Swt lazimnya mesti disertai dengan sifat zuhud, zuhud sangat penting bagi taraf orang-orang yang beriman guna menjaga keimanan mereka kepada Allah Swt serta sebagai pagar untuk tidak terjerumus kepada godaan syaithan, zuhud ada beberapa macam, yaitu :

1. Zuhud dari perkara-perkara haram, ini mempunyai pengertian bahwasanya hendaklah orang-orang yang beriman menjalani sikap dan teguh kepada hukum syari’at, seperti Fardhu ‘Ain dan Fardhu Kifayah, yang mana kedua fardhu ini telah ada aturannya dalam Al-Qur’an dan sudah dijelaskan oleh Rasulullah Saw melalui perkataan dan perbuatan beliau. 


2. Zuhud dari perkara-perkara yang Syubhat, hal ini jjuga tergantung pada tingkatan dan jenisnya, ada yang syubhat wajib dan ada pula syubhat yang sunat atau mustahab, khusus untuk syubhat yang wajib mesti diikuti dan dilakukan sedangkan sunat seharusnya juga dilaksanakan karena perolehannya lebih besar karena telah mendukung kepada yang wajib, dan inilah yang dilakukan oleh orang yang beriman.

3. Zuhud pada perkara-perkara peralihan atau tambahan, artinya mengambil suatu keputusan atas dasar pada yang membawa kepada kemanfaatan untuk mendukung sarana peribadatan serta dalam lingkup akhlakul kharimah dalam kehidupan sehari-hari, tiada menggunakan sikap ini juga tidak berarti, karena sama saja dengan beribadah berbarengan dengan kejahilan atau kemaksiatan, seperti contohnya, shalat lima waktu senantiasa dilakukannya, namun dalam kesehariannya selalu juga menimbulkan fitnah dalam setiap perkataan, maka dari itu hindarilah sifat sedemikian, itulah pentingnya memahami sifat zuhud, zuhudlah dalam kehidupan sehari-hari dihadapan para manusia dan berkepribadian yang baik, dengan melakukan sikap ini membawa dampak kepada amal ibadah yang diterima oleh Allah Swt.

4. Zuhud pada setiap tempat, ruang dan waktu, jenis inilah yang umumnya ada pada para kaum sufi, mereka menghindarkan segala sesuatu yang membuat sibuk dan lalai serta lupa kepada Allah Swt, zuhud ini menyeluruh pada sendi-sendi kehidupan para hamba yang dekat kepada Allah Swt, mereka hanya fokus dalam peribadatan, apapun yang mereka lakukan adalah ibadah, jalan, tidur, makan, minum dan semuanya mereka perbuat jadi ibadah, arti kata, segala kelakuan sehari-hari jika menurut dan mencontoh kehidupan para nabi adalah ibadah, sampai-sampai kepada hawa nafsu mereka ajak dialog supaya tidak menuntut yang macam-macam kepada jiwanya, sehingga terhindar dari segala bentuk aktifitas yang membuat lalai kepada Allah Swt, contoh hal-hal dalam kehidupan yang membuat lalai adalah seperti, kebanyakan nonton tv, kebanyakan bicara atau ngumpul dan lain sebagainya, aktifitas seperti ini memang bukan kelakukan yang menjurus kepada haram, hanya saja dapat menghela kepada perbuatan maksiat yang bermuara kepada dosa, jadi sama saja dengan melaksanakan ibadah tetapi bersamaan juga dengan kejahilan atau melakukan kemaksiatan, sia-sia saja semua jika hal tersebut dilakukan, karena semua amal ibadah akan diperhitungkan kelak seadil-adilnya.

Zuhud ini mesti juga pandai-pandai melakukannya agar terhindar dari sifat ria, ‘ujub dan suma’ah, apa artinya berlaku zuhud namun dipamer-pamerkan, layaknya penampilan adalah penuh dengan jubah, kopian dan surban tiada lepas, namun perangai suka bergunjing dan lain sebagainya, maka sudah termasuk ia kepada golongan orang-orang yang munafik dilaknati Allah Swt.

Zuhud para kaum sufi adalah menyeluruh pada setiap aktifitas kehidupannya sehari-hari, mereka menyembunyikan kezuhudannya dihadapan para manusia, meninggalkan kegiatan atau aktifitas yang dapat menhela kepada lalai untuk mengingat Allah Swt, ini adalah suri tauladan bagi kita semua, sekurang-kurangnya pegang saja sifat zuhud dari point 1 sampai 3 itu sudah sangat cukup pada zaman sekarang ini, karena tingkat godaan dunia semakin lama semakin berat, apalagi terhadap orang-orang yang imannya labil.

Posting Komentar untuk "Jenis-Jenis Zuhud"