Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

JALAN UNTUK MENCAPAI MA'RIFAT Bagian 2

Methode dzikrullah tidaklah bisa di sampaikan secara luas, karena akan menimbulkan salah pemahaman jika tanpa adanya bimbingan dari seorang guru, tetapi mula – mula tahapan berdzikir bagi ajaran sufi (naqsyabandi) adalah dengan cara dzikir sirri atau khafi (tersembunyi dalam hati), ini di lakukan secara teratur dan terus menerus dalam khalwatnya sampai menjadi terbiasa dan hati sudah terdidik dengan kalimah Allah, dan adanya hasil daripada dzikir tersebut, guna untuk dapat di lanjutkan ke tahap berikutnya yaitu dzikir jihar (terdengar sekedar telinga jasmani sendiri), sementara waktu dalam ibadah ini di haruskan dengan sungguh – sungguh mengontrol hawa nafsunya dari sifat yang tercela. 

Senantiasa melazimkan dzikir secara terus menerus akan mendapatkan kebersihan hati dari sifat tercela dan naik kepada sifat yang baik dan di ridhai Allah Swt, selalu mohon ampun kepada-Nya dan menyesali perbuatan – perbuatan yang tercela pada masa yang lampau, dengan perjuangan seperti ini akan dapatlah hatinya menjadi cermin untuk menerima pancaran nur illahi dan dapat meresap kesegala zahir dan bathinnya sifat yang mahmudah (baik) untuk menuju kesempurnaan ridha Allah Swt. 

Laksanakanlah dzikir dengan penuh kekhusyu’an, karena hal ini kunci daripada mendapatkan kelezatan dan kemanisan ibadah, orang yang melazimkan dzikir ini selalu mendapat ketenangan jiwanya dan selalu merasa dekat dengan Allah Swt yang telah menciptakannya, serta akan meperoleh ilmu pengetahuan dari rahasia – rahasia Allah Swt yang tidak pernah di sangka – sangkanya, jauh dari ingat atau dzikir kepada Allah Swt akan membuat hidup penuh dengan kesengsaraan yang tiada ujungnya, Rasulullah Saw bersabda melalui hadist qudsyi, yaitu : “Aku ini sebagaimana yang di sangka oleh hambaku, aku bersama dia apabila ia ingat kepadaKu, apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya, akupun ingat padanya dalam diriKu, dan apabila ia mengingat-Ku dalam ruang yang luas, aku pun ingat padanya dalam ruang yang lebih baik.” Jadi orang menjalankan ajaran ini secara sunguuh – sungguh tidak akan mempunyai rasa khawatir serta was – was dalam hidupnya, hatinya senantiasa merasa tenang dan tenteram, sebagaimana firman Allah Swt : “(yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikrullah. Ingatlah hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang.” (Surah Ar-Ra’d Ayat 28).

Dzikir ini dapat menghasilkan kelezatan ibadah dan merasakan bukti – bukti nyata dari makna Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw yang belum tentu dapat di rasakan oleh orang lain tanpa mengerjakan ibadah ini, dzikrullah ini dapat mengangkat seorang muslim menjadi mu’min dan mengangkat seorang mu’min dari hawa nafsu dan syahwat kepada alam ma’rifatullah, Rasulullah Saw bersabda : “Tidak seorangpun yang berkata Laa ilaaha illallah secara ikhlas dalam hatinya, kecuali tuhan membukakan pintu langit sehingga ia bisa meninjau arsy.”

Imam Ghazali mengatakan dalam risalahnya adalah “Ma’rifat itu berada di atas semua jalan dan wasilah yang penting dan besar, yang demikian itu adalah wasilah al kasyaful al bathini atau wasilatul ilham ar ruhi, yang membawa manusia kepada sifat – sifat yang baik, pembersihan hati serta menjauhkan diri dari cara berpikir orang – orang yang penuh dengan sifat keduniawian.”

Hiduplah di dunia ini menjadi manusia teladan dan tentu hidupmu kelak di akhirat menjadi orang yang mulia di sisiNya, ajaran ini tidak dapat terlalu luas di perbincangkan, tetapi mesti di laksanakan untuk dapat mengerti apa itu ajaran tasawwuf, karena ini tidak semuanya yang dapat di bahas secara akal dan pikiran, segala kebenaran atas ajaran ini tentu datangnya dari Allah Swt jua, kita manusia tiada berhak untuk menilai hal tersebut.

Posting Komentar untuk "JALAN UNTUK MENCAPAI MA'RIFAT Bagian 2"