KOMPILASI TULISAN AL-QUR'AN

KOMPILASI TULISAN AL-QUR'AN

Nabi Muhammad Saw telah mencurahkan segala upaya yang mungkin dapat dilakukan dalam memelihara keutuhan Al-Qur'an, beliau tidak merangkum semua surah ke dalam satu jilid, sebagaimana ditegaskan oleh Zaid bin Thabit dalam pernyataannya, di sini kita perlu memperhatikan penggunaan kata ‘pengumpulan' bukan ‘penulisan', dalam komentarnya, Al-Khattabi menyebut,"Catatan ini memberi isyarat akan kelangkaan buku tertentu yang memiliki ciri khas tersendiri, sebenarnya, Kitab Al-Qur'an telah ditulis seutuhnya sejak zaman Nabi Muhammad Saw, hanya saja belum disatukan dan surah-surah yang ada juga masih belum tersusun."

Penyusunan Al-Qur'an dalam satu jilid utama (master volume) boleh jadi merupakan satu tantangan karena nasikh mansukh yang muncul kemudian dan perubahan ketentuan hukum maupun kata-kata dalam ayat tertentu memerlukan penyertaan ayat lain secara tepat, hilangnya satu format halaman akan sangat merendahkan penyertaan ayat-ayat yang baru serta surahnya karena wahyu tidak berhenti untuk beberapa saat sebelum Nabi Muhammad Saw wafat.

Dengan wafatnya Nabi Muhammad Saw, berarti wahyu berakhir untuk selamanya, tidak akan terdapat ayat lain, perubahan hukum, serta penyusunan ulang, ini berarti kondisi itu telah mapan dalam waktu yang tepat guna memulai penyatuan Al-Qur'an ke dalam satu jilid, tidak ada keraguan yang dirasakan dalam pengambilan keputusan dan kebijaksanaan dan bahkan telah memaksa masyarakat mempercepat pelaksanaan tugas ini.

Allah memberi bimbingan para sahabat dalam memberi pelayanan terhadap Al-Qur'an, sebagaimana mestinya memenuhi janji pemeliharaan selamanya terhadap Kitab-Nya,

Kompilasi Al-Qur'an Semasa Kekuasaan Abu Bakar Ra

Penugasan Zaid bin Thabit dalam Mengompilasikan Al-Qur'an
Zaid melaporkan, Abu Bakar Ra memanggil saya setelah terjadi peristiwa pertempuran Al-Yamama yang menelan korban para sahabat sebagai syuhada, kami melihat saat ‘Umar ibnul Khattab bersamanya, Abu Bakar ra mulai berkata," ‘Umar baru saja tiba menyampaikan pendapat ini, "Dalam pertempuran Al-Yamama telah menelan korban begitu besar dari para penghafal Al-Qur'an (qurra'),4 dan kami khawatir hal yang serupa akan terjadi dalam peperangan lain, sebagai akibat, kemungkinan sebagian Al-Qur'an akan musnah, oleh karena itu, kami berpendapat agar dikeluarkan perintah pengumpulan semua Al-Qur'an." Abu Bakar Ra menambahkan, "Saya katakan pada 'Umar, 'bagaimana mungkin kami melakukan satu tindakan yang Nabi Saw. Saat Nabi Muhammad Saw wafat, Al-Qur'an masih belum dirangkum dalam satuan bentuk buku."

"Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar
memeliharanya." Nabi Muhammad Saw tidak pernah melakukan?' 'Umar menjawab, ‘Ini merupakan upaya terpuji terlepas dari segalanya dan ia tidak berhenti menjawab sikap keberatan kami sehingga Allah memberi kedamaian untuk melaksanakan dan pada akhirnya kami memiliki pendapat serupa.

Zaid! Anda seorang pemuda cerdik pandai, dan anda sudah terbiasa menulis wahyu pada Nabi Muhammad Saw dan kami tidak melihat satu kelemahan pada diri anda, carilah semua Al-Qur'an agar dapat dirangkum seluruhnya." Demi Allah, jika sekiranya mereka minta kami memindahkan sebuah gunung raksasa, hal itu akan terasa lebih ringan dari apa yang mereka perintahkan pada saya sekarang, kami bertanya pada mereka, "Kenapa kalian berpendapat melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw?'

Abu Bakar Ra dan ‘Umar Ra bersikeras mengatakan bahwa hal itu boleh-boleh saja dan malah akan membawa kebaikan mereka tak henti-henti menenangkan rasa keberatan yang ada hingga akhirnya Allah menenangkan kami melakukan tugas itu, seperti Allah menenangkan hati Abu Bakar Ra dan ‘Umar Ra, setelah diberi keyakinan Zaid dapat menerima tugas berat sebagai pengawas komisi, sedang ‘Umar, sahibul fikrah, bertindak sebagai pembantu khusus.

0 Response to "KOMPILASI TULISAN AL-QUR'AN"

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda...