REKAMAN DAN PENYUSUNAN AL-QUR'AN PERIODE MADINAH

REKAMAN DAN PENYUSUNAN AL-QUR'AN PERIODE MADINAH

Penulis Wahyu Nabi Muhammad

Pada periode DI Madinah kita memiliki cukup banyak informasi termasuk sejumlah nama, lebih kurang enam puluh lima sahabat yang ditugaskan oleh Nabi Muhammad Saw bertindak sebagai penulis wahyu, mereka adalah Abban bin Sa'id, Abu Umama, Abu Ayyub Al-Ansari, Abu Bakr As-Siddiq, Abu Hudhaifa, Abu Sufyan, Abu Salama, Abu 'Abbas, Ubayy bin Ka'b, Al-Arqam, Usaid bin al-Hudair, Aus, Buraida, Bashir, Thabit bin Qais, Ja` far bin Abi Talib, Jahm bin Sa'd, Suhaim, Hatib, Hudhaifa, Husain, Hanzala, Huwaitib, Khalid bin Sa'id, Khalid bin al-Walid, Az-Zubair bin Al-`Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Thabit, Sa'd bin Ar-Rabi`, Sa'd bin `Ubada, Sa'id bin Sa`id, Shurahbil bin Hasna, Talha, `Amir bin Fuhaira, `Abbas, `Abdullah bin Al-Arqam, `Abdullah bin Abi Bakr, `Abdullah bin Rawaha, `Abdullah bin Zaid, `Abdullah bin Sa'd, 'Abdullah bin 'Abdullah, 'Abdullah bin 'Amr, 'Uthman bin 'Affan, Uqba, al'Ala bin 'Uqba, 'All bin Abi Talib, 'Umar bin al-Khattab, 'Amr bin Al-'As, Muhammad bin Maslama, Mu'adh bin Jabal, Mu'awiya, Ma'n bin 'Adi, Mu'aqib bin Mughira, Mundhir, Muhajir, dan Yazid bin Abi Sufyan.

Nabi Muhammad Saw Mendiktekan Al-Qur' an

Saat wahyu turun, Nabi Muhammad secara rutin memanggil para penulis yang ditugaskan agar mencatat ayat itu, Zaid bin Thabit menceritakan sebagai ganti atau mewakili peranan dalam Nabi Muhammad Saw, ia sering kali dipanggil diberi tugas penulisan saat wahyu turun, sewaktu ayat Al-jihad turun, Nabi Muhammad Saw memanggil Zaid bin Thabit membawa tinta dan alat tulis dan kemudian mendiktekannya, 'Amr bin Um-Maktum Al-A'ma duduk menanyakan kepada Nabi Muhammad Saw, "Bagaimana tentang saya? Karena saya sebagai orang yang buta." Dan kemudian turun ayat, "ghair uli al-darar" (bagi orang-orang yang bukan catat), tampaknya tak ada bukti pengecekan ulang setelah mendiktekan, saat tugas penulisan selesai, Zaid membaca ulang di depan Nabi Muhammad agar yakin tak ada sisipan kata lain yang masuk ke dalam teks.

Tradisi penulisan Al-Qur'an di Kalangan Sahabat
Praktik yang biasa berlaku di kalangan para sahabat tentang penulisan Al-Qur'an, menyebabkan Nabi Muhammad Saw melarang orang-orang menulis sesuatu darinya kecuali Al-Qur'An, "Dan siapa yang telah menulis sesuatu dariku selain Al-Qur'an, maka ia harus menghapusnya." Beliau ingin agar Al-Qur'an dan hadits tidak ditulis pada halaman kertas yang sama agar tidak terjadi campur aduk serta kekeliruan, sebenarnya bagi mereka yang tak dapat menulis selalu hadir juga di masjid memegang kertas kulit dan minta orang lain secara suka rela mau menuliskan ayat Al-Qur'an, berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad Saw yang memanggil juru tulis ayat-ayat yang baru turun, kita dapat menarik anggapan bahwa pada masa kehidupan beliau seluruh Al-Qur'an sudah tersedia dalam bentuk tulisan.

0 Response to "REKAMAN DAN PENYUSUNAN AL-QUR'AN PERIODE MADINAH"

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungan anda...