Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

HATI YANG MATI TIDAK BISA MENUJU KEPADA ALLAH

"Min 'alaamati mautil qulbi 'adamul huzni 'alla maa faa-taaka minal muwaafiqaati watarkun nadami ’alaa maa fa-'altahu min wujuudiz zallaati." Artinya : ”Sebagian tanda-tanda matinya hati ialah tidak adanya kesedihan (susah) atas apa yang tertinggalkan oleh kamu dari semua ketaatan dan meninggalkan penyesalan-penyesalan terhadap apa yang kamu telah menjalankannya dari wujudnya semua kesalahan (dosa, maksiat).” Di antara tanda-tanda hati yang mati adalah apabila orang itu merasa gembira jika mengerjakan perbuatan maksiat dan merasa susah jika terlanjur mengerjakan ketaatan. Rasulullah bersabda : "ldzaa sarratka hasanatuka wasaatka sayyiatuka faanta mu'minun." Artinya : ”Kalau perbuatanmu yang baik itu menggembirakan hatimu dan perbuatanmu yang jahat itu menyusahkan padamu, maka itu adalah tanda engkau seorang mukmin.” (H.R. Ahmad lbnu Hibban, Thabrani, Hakim, Baihaqi). Itulah bentuknya orang yang hatinya telah mati.
Berbeda dengan orang yang hatinya hidup dan penuh dengan cahaya keTuhanan, ia merasa gembira karena telah menyibukkan diri dalam menjalankan ketaatan dan merasa menyesal jika terlanjur menjalankan ma'siat atau perbuatan dosa. Dalam Hadits lain Rasulullah bersabda: "Laa tuktsir minadz dhahiki fainna katsratadh dhahiki tumiitul qalba.” Artinya : "JanganIah memperbanyak tertawa, karena sesungguhnya kebanyakan tertawa itu akan mengakibatkan matinya hati.” Memang tertawa yang terlalu melampaui batas itu membuat peluang bagi si-hati itu akan terisi oleh sesuatu yang bisa membahayakan, pikirannya mengkhayal yang bukan-bukan, justru lupa hatinya akan mengerjakan perbuatan yang bisa di ridhai oleh AIlah.

Hati yang mati atau lalai itu di sebabkan karena memperbanyak tertawa, mengkhayal di luar jangkauannya, serta tidak pandai dalam mengambil pelajaran pada apa yang ada di muka bumi ini (ciptaan Allah). Oleh sebab itu AlIah Ta'ala benar-benar memerintahkan kita semua, jangan sampai kita memiliki hati yang lalai ( hati yang mati), sebab hati yang mati itu tidak bisa mengantarkan kita kepada yang Maha Pencipta (Allah). Firman Allah : "Wadzkur rabbaka fii nafsika tadharru’an wakhiifatan wa-duunaljahri minalqauli bil ghuduwwi wal aashaali walaa takun minal ghaafiliin.” Artinya : ”IngatIah kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan rasa rendah hati dan takut, bukan dengan cara keras di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang berhati lalai." (Q.S. Al-A'raf Ayat 205). 


Dalam ayat di atas jelaslah hahwa kita semua di larang oleh Allah, jangan sampai menjadi manusia yang berhati lalai, sebagaimana kitapun di larang jangan mengikuti ajakan orang-orang berhati demikian, jangankan mengikuti perkataannya, mendengar ajakan saja Allah tidak membolehkannya. Hal ini jelas sekali sebagaimana firman-Nya : "Walaa tuthi' man aghfalnaa qalbihi ‘an dzikrinaawat taba'a hawaahu wakaana amruhu furuthan." Artinya : ”Janganlah kamu mengikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari mengingat kepada Kami, orang itu suka menuruti kemauan hawa nafsunya dan kelakuannya itu (pada umumnya) sudah di Iuar batas." (Q.S. Al-Kahfi Ayat 28).

Posting Komentar untuk "HATI YANG MATI TIDAK BISA MENUJU KEPADA ALLAH"