Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Allah Swt berfirman : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmu, barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula." (H.R. Bukhari dan Muslim).

WASPADAILAH PERKARA PERUSAK SHALAT

Saat seseorang hendak shalat atau sedang shalat, maka para iblis dan syaithan sangat sibuknya untuk menggagalkan dan atau mengupayakan agar shalat kita rusak, mereka berbagai cara untuk melaksanakan tipu muslihatnya, tidak bisa menghasut agar kita ingkar, mereka malah mendorongnya untuk berbuat taat, tapi di sinilah letak tipu yang terbesar dan susah untuk mencegahnya, karena menyisipkan secara halus pada ibadah supaya ada rasa ria, sombong, angkuh dan lain sebagainya, hal inilah yang di maksud tipu daya di dalam kebaikan.Gangguan mereka sangat banyak, ada yang kita sadari maupun tidak kita sadari saking halusnya tipu daya mereka, hal ini terdiri dari beberapa macam, yaitu :

1. Di saat akan melaksanakan shalat, maka kan timbul berbagai macam perasaan, seperti was – was, hal ini tersurat dalam Al-Qur'an pada Surah An-Nas. Hal ini biasanya timbul di mulai saat berdiri betul dan takbiratul ikhram, perasaan seperti bahwa kondisi di saat itu kurang fit, takut tidak di terima, seakan – akan wudhu' yang batal karena hadast dan lain sebagainya, apabila seseorang yang hendak shalat sehingga dia sampai mengulanginya, maka hal ini sangat tidak baik, karena shalat tidak ada pengulangannya, terlebih lagi pada shalat wajib.

2. Sering membawa lari bacaan, maksudnya saat kita membaca suatu bacaan shalat, maka terkadang sampai lupa atau bertukar susunan atau urutannya, sehingga sangat mengganggu akan kekhusyuan shalat, ini juga sangat tidak baik dan jangan remehkan, jika sampai terbiasa shalat seperti ini, maka besar kemungkinan shalatnya tidak di terima, atau sekurang – kurangnya tergolong kepada ibadah yang kurang baik. Seseorang sahabat Rasulullah Saw datang mengadu kepada beliau mengenai hal yang mirip dengan ini, yaitu : Ustman bin Abi "Ash berkata,"Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaithan hadir dalam shalatku dan ia membuat bacaanku salah." Rasulullah Saw menjawab,"Itulah syaithan yang di sebut dengan khindzib, apabila kamu merasakan kehadirannya, ludahlah kekiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah Swt, akupun melakukan hal itu dan Allah Swt melindungiku dari gangguan tersebut." (Hadist riwayat Muslim).

3. Raka'at shalat lupa jumlahnya yang telah di kerjakan akibat pikiran atau konsentrasi telah di bawa kabur oleh syaithan, sebagaimana pada riwayat ini : Abu Hurairah Ra berkata,"Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : "Jika seorang daripada kalian shalat, syaithan akan datang kepadanya untuk menggoda sampai mereka tidak tahu berapa raka'at yang di kerjakan. Apabila seorang daripada kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud syahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam." (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim).

4. Saat shalat pikiran banyak lari kalang kabut lintang pukang tak tentu arah, ini kerjaannya syaithan juga untuk membuat rusak shalat seseorang hamba, ada riwayat mengenai hal ini, yaitu : Abu Hurairah Ra berkata,"Rasulullah Saw bersabda,"Apabila di kumandangkan adzan shalat, syaithan akan berlari seraya terkentut – kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan. Apabila muadzin selesai adzan, ia kembali lagi dan jika iqamat di kumandangkan dia berlari jauh lagi, apabila selesai iqamat, maka ia kembali lagi, ia kan selalu bersama orang yang shalat seraya berkata kepadanya,"Ingatlah apa yang tadinya kami tidak ingat!" sehingga orang itu tidak tahu berapa raka'at ia shalat." (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim). Apakah mungkin hanya gara – gara ini kita setiap shalat selalu melakukan sujud syahwi? Baikkah itu?...

5. Dalam pelaksanaan shalat selalu tergesa–gesa, seakan – akan ada yang di kejar sehingga ingin dengan cepat menyelesaikan shalat, sifat tergesa – gesa ini datangnya dari syaithan, karena sifat ini adalah sefat sembrono dan membuat lalai dalam pelaksanaan rukun serta tata cara shalat, mereka ini datang untuk menggoda agar seseorang yang hendak shalat lepas kehati – hatiannya serta kekhusyuannya, dalam shalat ada tuma'ninah, ini maknanya adalah berhenti sejenak atau istirahat sejenak untuk menuju rukun shalat berikutnya, hal di curi oleh syaithan untuk dapat merusakkan shalat seseorang hamba, pada zaman Rasulullah Saw, akibat dari tergesa – gesa ini atau shalat dengan gerakan serba cepat bahkan super cepat, maka Rasulullah Saw sampai menyuruhnya untuk mengulanginya, Rasulullah Saw bersabda kepada orang itu,"Apabila kamu shalat, bertakbirlah (takbiratul ikhram) lalu bacalah Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar – benar ruku' (tuma'ninah), lalu bangkitlah daripada ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar – benar sujud (tuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap raka'at shalatmu." (Hadist riwayat Muslim dan Bukhari).

6. Dalam shalat banyak melakukan gerak di luar gerakan shalat yang tidak perlu, hal ini dapat juga merusakkan shalat dan sumber penghasutnya adalah syaithan juga, ada seseorang sahabat yang bermain kerikil ketika melaksanakan tasyahud, ia membolak balikkannya, melihat hal itu Ibnu Umar segera menegurnya selepas shalat dan berkata,"Jangan bermain kerikil ketika shalat karena perbuatan itu berasal dari syaithan, tapi kerjakan seperti apa yang di kerjakan oleh Rasulullah Saw dalam melaksanakan shalat dan contohlah itu." Orang itu lalu bertanya,"Apa yang di lakukannya?" Ibnu Umar kemudian meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk kearah kiblat atau tempat sujud." Demikianlah saya melihat apa yang di lakukan oleh Rasulullah Saw." Kata Ibnu Umar. (Hadist riwayat Tarmidzi, Bukhari dan Muslim).

7. Sewaktu shalat pandangan liar kesana kemari, karena hal ini penyebabnya adalah syaithan, ia memutar kepala kita kekiri dan kekanan, tetapi banyak yang tidak menyadarinya malah menurutnya, entah apa yang di lihat, padahal ia sedang shalat dan Allah Swt sedang di hadapannya, dalam shalat jika tiada hal yang darurat sekali, maka jangan sekali – kali berpaling kekiri atau kekanan, karena dalah shalat seseorang hamba sedang berhadapan dengan tuhannya. Apabila telah memulai shalat, maka pusatkanlah pandangan hanya tertuju pada tempat sujud saja, jangan berpaling kekanan, kekiri, kedepan, kebelakang atau lirik sana lirik sini, ini adalah merusakkan shalat dan di sebabkan juga oleh syaithan. Aisyah Ra berkata,"Saya bertanya kepada Rasulullah Saw tentang hukum melihat saat shalat" maka Rasulullah Saw menjawab : "Itu adalah curian syaithan atas shalat seseorang hamba." (Hadist riwayat Bukhari).

8. Dalam melaksanakan shalat datang rasa kantuk dan sering menguap karenanya, ini juga karena pengaruh syaithan. Rasulullah Saw bersabda."Adapun menguap itu datangnya daripada syaithan, hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa dan mampu, apabila ia berkata "huaah" atau "haa" maka berarti syaithan tertawa dalam mulutnya." (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim). Rasulullah Saw juga bersabda'"Menguap ketika shalat itu daripada syaithan, karena itu apabila kamu ingin menguap, maka tahanlah." (Hadist riwayat Thabrani).

9. Ketika shalat ada terasa ingin buang angin atau kentut atau buang air besar atau kecil, hal ini juga ada pengaruhnya dari syaithan, sebab jika seseorang saat berwudhu' maka sebelumnya harus ia beristinja' adan berthaharah dengan benar lalu berwudhu' maka tentu hal ini tidak akan terjadi, oleh karena itu sempurnakanlah segala pekerjaan bersuci dan wudhu' sesuai dengan syariat Rasulullah Saw, maka hal ini akan dapat di hindari dengan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah bersabda : “Apabila seorang daripada kalian bimbang bahwa apa yang di rasakan di perutnya, apakah keluar sesuatu daripadanya atau tidak, janganlah sekali - kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya.” (Hadis riwayat Muslim).

10. Dalam shalat muncul bersin – bersin, padahal sebelumnya tidak, maka hal ini juga karena gangguan syaithan yang ingin merusak shalat seseorang hamba, syaithan sangat marah melihat seseorang yang shalat terlihat khusyu', maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk dapat merusaknya dengan berbagai macam cara. Abdullah bin Mas'ud Ra berkata,"Menguap dan bersin dalam shalat itu daripada syaithan." (Di riwayatkan oleh Thabrani).

11. Dalam membaca suatu bacaan dalam shalat, maka selalu dengan cepat sekali dan seakan – akan terburu – buru entah apa yang jadinya maksud dari bacaannya tersebut, karena terlalu cepat dapat merubah makna daripada bacaan Al-Qur'an, ini karena syaithan merubah lidah seseorang yang shalat agar jadi rusak shalatnya, sebagaimana dasarnya pada riwayat ini Hafshah Ra berkata,”Rasulullah Saw bersabda,” Akan di serukan kepada kepada penyandang Al-Qur’an,"Bacalah sambil naik ke atas, bacakanlah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia. Karena sesungguhnya tempatmu berada pada akhir yang engkau baca.” Saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakan shalat tathawwu’ (sunnah) sambil duduk pada satu raka’at pun juga, hingga kira – kira setahun sebelum beliau wafat, beliau mengerjakan shalat thathawwu’ sambil duduk dan membaca sebuah surah seraya melantunkannya dengan tartil hingga waktu bacaannya menjadi lebih panjang daripada biasanya.” (Hadist riwayat Malik, Muslim, An-Nasai, Ahmad, Al-Baihaqi dan At-Tarmidzi). Quthbah bin Malik berkata,”Saya pernah mendengar Rasulullah Saw pada shalat subuh membaca surah Qaaf, ketika membaca lamma thala’unnadhiidhu, beliau memanjangkan huruf dhaad pada naadhiid.” (Hadist riwayat Muslim, At-Tarmidzi dan An-Nasai).

Demikianlah dapat kami ringkaskan beberapa macam gangguan syaithan guna merusak shalat seseorang, maka dengan demikian dapat di hindari dan di perangi hal tersbut supaya ibadah shalat dapat di laksanakan mendekati kepada kesempurnaan.

Posting Komentar untuk "WASPADAILAH PERKARA PERUSAK SHALAT"