Subscribe:

Rabu, 13 Juli 2011

PENGERTIAN HULUL DAN ITTIHAD

Pada ilmu tasawuf bilamana seseorang hamba bila ruhaniahnya telah bersih dari segala kotoran penyakit bathin yang buruk dan berpindah atau hijrah kepada sifat – sifat baik yang di ridhai oleh Allah Swt, maka perjalanan bathinnya senantiasa berpindah dari satu maqam ke maqam lainnya yang lebih tinggi serta semakin dekat kepada Allah Swt.
Seseorang hamba tersebut naik derajadnya dari muslimin yang awam jadi mukminin yang berilmu serta shaleh dan muqarabbin, pada tingkat muqarabbin ini seseorang hamba telah sangat dekat dirinya kepada tuhan, ruh insannya lenyap dan ruh tauhidnya yang kosong segera terisi dengan segala rahasia ketuhanan yang meliputi sifat, asma, af’al dan tajallinya Allah Swt terhadap segala ciptaanNya, secara kasar dapat di saksikan oleh mata jasmani dan secara bathin dapat di lihat oleh mata hati yang jernih, ini yang di namakan Hulul menurut pendapat kami.
Pendapat tentang hulul ini kami tidak sependapat dengan para ulama sufi yang lain, mereka menyatakan pengertian Hulul adalah “Percampuran ruh antara hamba dengan tuhannya, seperti hal bercampurnya air dengan gula”, pendapat ini tidak sesuai dengan prinsip syari’ah, karena ini adalah syirik menurut pandangan syar’i, sebab Allah Swt maha suci dari percampuran dzatNya dengan segala sesuatu ciptaanNya, ianya berdiri sendiri dan tidak akan bercampur dengan segala sesuatu ciptaanNya, Wallahu’alam bissawab.
Pandangan kami pada hulul ini hanya sebatas pada kenalnya ruh tauhid seseorang hamba akan segala rahasia sifatNya, Af’alNya, AsmaNya dan TajalliNya pada segenap alam beserta isinya, segala rahasia ini terbuka di sebabkan adalah karunia, rahmat dan rahim dariNya jua berdasarkan setelah bersihnya penyakit bathin yang buruk pada seseorang hamba yang di lakukannya dengan perjuangan (riyadhah) yang berat melawan hawa dan nafsunya sendiri serta berbagai tipu daya sifat madzmumah (buruk) yang di tiupkan oleh iblis, jin dan syaithan beserta bala tentaranya, peperangan inilah yang di hadapi dengan membangunkan balatentara hati untuk menghadapinya dengan istiqamah pada amal ibadah wajib, sunah serta rutin dalam melaksanakan tawajjuh (berhadap hati) kepada Allah Swt.
Kebenaran yang tersingkap dan yang di maksud pada hulul adalah sesuatu yang di karuniakan oleh Allah Swt dalam pandang seseorang hamba pada saat syuhud fil wahdah dan syuhudul fil kastrah (pandang satu atas yang banyak dan pandang yang banyak atas yang satu) dan musyahadah dan mukasyafah melalui hati sanubari yang bersih laksana cermin, saat itu hanya berlaku kehendak Allah Swt saja bukanlah kehendak hamba, sebab segala sesuatu di alam ini adalah diaNya yang merajai.   
            Jadi pengertian bahwa ruh ketuhanan yang turun atau masuk ke dalam ruh hamba atau makhluk (Hulul) adalah kurang tepat, akan tetapi adalah turunnya karunia dan hidayahNya kedalam hati sanubari seseorang hamba, sedangkan pengertian Ittihad menurut kami adalah naiknya derajad akhlak seseorang hamba dari kehinaan (sifat yang buruk) kepada kemuliaan (sifat yang baik), inilah yang di maksud panggilan Allah Swt terhadap hambaNya dengan membawa jiwa yang tenang (nafsu muthma’innah) ke hadiratNya, yang berarti bahwa hamba tersebut telah di ridhai Allah Swt, dan memperoleh kemenangan di dunia dan akhirat.
            Demikian pendapat yang dapat kami sampaikan secara singkat mengenai Hulul dan Ittihad, yang mana pengertian mengenai hal ini selalu menjadi pertentangan antar ulama dari dulu hingga sekarang.

Wassalam…
Yuherman

0 komentar:

Poskan Komentar

Ass.wr.wb...Tinggalkan pesan yang sopan dan sifat membangun!!!

Link Sahabat....